Pencemaran air adalah permasalahan yang terjadi diseluruh dunia.Sumber utama dari terkontaminasinya air adalah industry.Limbah industry menghasilkan logam beracun yang berbahaya bagi makhluk hidup.Telah dibuktikan bahwa air minum yang mengandung 30 gram ion tembaga dan 1,3 mg/L konsentrasi ion dapat menyebabkan diare,kram perut dan mual.Sedangkan timbale pada kandungan yang tinggi dapat menyebabkan insomnia,sakit kepala,bahkan koma.Banyak teknologi untuk menangani air limbah salah satunya adalah biological sorption.Filtrasi,evaporasi,presipitasi,elektro presipitasi,pemisahan dengan menggunakan membrane,dan cementing adalah macam teknologi yang digunakan untuk menghilangkan kandungan logam air limbah,namun metode-metode tersebut cukup mahal.Oleh karena itu salah satu teknologi larutan yang lebih murah dapat menggunakan teknologi adsorpsi.Adsorpsi adalah proses pemisahan dimana komponen-komponen dari fase cairan ditransfer ke permukaan adsorben padat.Ada dua tipe adsorpsi.
1. Adsorpsi fisika :Adsorpsi yang terjadi akibat gaya tarik menarik antara molekul adsorben dengan molekul zat yang diadsorbsi.Adsorpsi ini melibatkan gaya van der wals.
2.Adorpsi kimia:Adsorpsi yang terjadi akibat interaksi kimia antara molekul adsorben dengan molekul zat yang diadsorbsi.
Ada banyak bermacam
tipe adsorben untuk menghilangkan logam berat dari larutan.Yang paling terkenal
adalah activated carbon,chitosan,zeolites,dan silica gel.Banyak sekali penelitian
yang menemukan bahan yang lebih murah untuk digunakan sebagai adsorben agar
menghilangkan logam berat.Bacaan menunjukan sampah industry(seperti sampah
the,tempurung kelapa,sisa sampah buah,serbuk gergaji dll)dapat digunakan untuk
menghilangkan logam berat.
Pada jurnal ini digunakan ampas kopi sebagai adsorben logam berat.Logam berat yang dipelajari pada eksperimen ini adalah tembaga dan timbale.Sebelum digunakan bubuk kopi yang telah dicuci kemudian dibilas dengan air suling lalu dikeringkan pada suhu 100C bagian dari bubuk kopi lalu digiling dan diayak (saringan berukuran 200
m)kemudian dimasukkan kedalam polietilen tertutup agar tidak bereaksi dengan lingkungan.Eksperimen ini menggunakan 2 bagian berbeda:ukuran partikel>200
m dan <200
m.Cu dan Pb masing-masing konsentrasi 0,5 mg/L;1,0 mg/L;1,5 mg/L dan 3,0 mg/L disiapkan.Prosedur kerjanya 12 labu didalamnya masing-masing mengandung 0,5 g(ukuran partikel>200
m)dari ampas kopi,100 ml dengan konsentrasi yang diketahui ditambahkan Cu dan 3 konsentrasi yang sama dari masing-masing percobaan.Semua diletakkan kedalam pengaduk 120-130 rpm.Setelah satu jam waktu kontak,isi labu disaring agar tidak keruh.Hasil saringan ditentukan dengan spektroskopi serapan atom.Prosedur yang sama juga dilakukan pada ukuran partikel<200
m.
Hasil
dari penelitian ini menunjukan bahwa menggunakan fraksi yang lebih kecil
efisiensi pengolahan meningkat 6-11%.Oleh karena itu agar dapat menghasilkan
efisiensi yang lebih tinggi,seharusnya bubuk kopi harus lebih dihancurkan,efisiensi
adsorpsi tembaga adalh 86%(>200
m)dan 97%(<200
m)menggunakan ampas kopi ketika konsentrasi 0,5 mg/L.Sedangkan
ketika konsentrasi ditingkatkan 3,0 mg/L efisiensi adsorpsi berkurang dari 78%
ke 72%.Eksperimen juga menunjukan bahwa ampas kopi dari larutan tersebut dapat
menyingkirkan 87%(>200
m) dan 96%(<200
m )timbale ketika ketika konsentrasi pada 0,5 mg/L.Dan semakin
meningkatnya konsentrasi Pb maka efisiensi adsorpsi hampir tidak berubah.Hal
ini membuktikan berdasarkan eksperimen yang dilakukan, ampas kopi dapat sangat
bagus dijadikan adsorben alami untuk mengurangi logam berat dari larutan
seperti air limbah dari landfill.
Jurnal : http://leidykla.vgtu.lt/conferences/ENVIRO_2014/Articles/1/052_Seniunaite.pdf
Review international journal Oleh Erdina Lulu-H1E13024
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN