Buat kalian-kalian yang ingin belajar(mahasiswa ya?haha) atau dapatin informasi Bagaimana sih cara mengolah limbah B3?Berikut ini akan dijelaskan metode pengolahan limbah B3 di industri khususnya,karena APA?
Kita harus tau industri merupakan penyumbang limbah B3 yang besar.Oleh karena itu gak sembarangan kan dalam menanganinya.Limbah dari berbagai industri biasanya banyak mengandung logam yang
dapat membahayakan kehidupan makhluk hidup. Contoh beberapa logam
berbahaya yaitu antimon (Sb), arsen (As), kadmium (Cd), kromium (Cr),
kobal (Co), tembaga (Cu), timbal (Pb), merkuri (Hg), nikel (Ni), seng
(Zn), stronsium (Sr), dan selenium (Se). Logam tersebut terdapat pada
limbah yang dihasilkan dan sangat berbahaya bila ditemukan dalam
konsentrasi tinggi pada lingkungan karena mempunyai sifat yang merusak
jaringan tubuh makhluk hidup
Yang paling booming diantaranya
1.Insenerasi
Ada banyak jenis insenerasi yang dipakai salah satunya insenerator rotary klin yang punya 2 ruang bakar yang akan memastikan limbah yang dimasukkan benar-benar hancur dan masih banyak lagi.Pertama kita harus tau dulu
- Q:Apa itu insenerasi?
- A: Pengolahan limbah secara thermal ya..intinya limbah itu dihancurkan dengan temperatur tinggi.
- Q:Keuntungan dari insenerasi?
- A:well,pertama kamu gak perlu lahan yang luas,komponen limbah B3 juga dapat dihancurkan dan limbah berkurang dengan cepat.
- Q:Kelemahan?
- A:Perlu diketahui insenerator mempunyai kelemahan yaitu selain harganya yang mahal,juga punya potensi emisi ke atmosfir yang lebih besar kalau perencanaannya tidak sesuai dengan kebutuhan operasional.Oleh karena itu perlu digaris bawahi operator harus yang sudah terlatih.Ga bisa sembarangan dong kalau enggak dampak kedepannya.................
2.Solidifikasi/Stabilisasi
Solidifikasi adalah pemadatan dengan mencampurkan limbah dengan bahan aditif.
Teknologi solidikasi/stabilisasi umumnya menggunakan semen,
kapur (CaOH2), dan bahan termoplastik. Metoda yang diterapkan di lapangan ialah
metoda in-drum mixing, in-situ mixing, dan plant mixing.
Proses pemadatan bisa dilakukan dengan semen (sementasi), aspal
(bitumentasi), polimer (polimerisasi) maupun bahan gelas (vitrifikasi).Umumnya di Indonesia berdasar harga dan lahan yang relatif murah,juga pertimbangan keselamatan, untuk mengolah limbah aktivitas rendah dan sedang dilakukan dengan sementasi,sedangkan di Republik Korea dilakukan dengan vitrifikasi.Keuntungannya sendiri biaya yang sedikit dan menghasilkan produk yang bersifat stabil.Peraturan mengenai solidifikasi/stabilitasi diatur oleh BAPEDAL berdasarkan
Kep-03/BAPEDAL/09/1995 dan Kep-04/BAPEDAL/09/1995.
3.Landfill
Nah terakhir,Landfill adalah penimbunan sampah pada suatu lubang tanah.Pada system Sanitary Landfill punya pipa-pipa yang akan
menyalurkan Gas Metana yang terbentuk ke udara bebas untuk mencegah gas metana menumpuk sehingga bisa meledak sewaktu-waktu.Untuk landfill sendiri diperlukan operator yang sudah terlatih agar dapat selalu mengontrol baik dari pencegahan tercemarnya air tanah,pengumpulan air lindi dan.Lokasinya juga perlu diperhatikan dan cukup luas.Biaya yang diperlukan juga mahal.Menurut kalian apakah di daerah kalian bisa diterapkan sistem sanitary landfill ini?Yang pasti diperlukan manajemen yang tepat untuk dapat menggunakan metode pengolahan ini.Bahkan saat landfill ini sudah tidak digunakan masih perlu adanya kontrol agar tidak membahayakan masyarakat dan menyebabkan pencemaran di kemudian harinya.
Sekian dan terima kasih sudah mampir
thanks for coming
Referensi:
- http://digilib.batan.go.id/e-prosiding/File%20Prosiding/Lingkungan/Bapeten/artikel/Herlan-Martono-250.pdf
- http://papiltion.blogspot.com/2010_10_01_archive.html
